30 May 2014

PENGERTIAN MINYAK BUMI

Minyak bumi (crude oil) adalah campuran secara alami dari berbagai senyawa hidrokarbon yang terdapat dalam fase cair di reservoir di bawah permukaan tanah dan tetap cair pada tekanan atmosfer di atas permukaan, meskipun telah melalui fasilitas pemisahan di atas permukaan.
Secara kimia, minyak bumi adalah suatu campuran senyawa yang pada umumnya terdiri atas 80–85% unsur karbon (C) dan 15–20% unsur hidrogen (H). Unsur-unsur lainnya adalah oksigen (O), nitrogen (N), dan sulfur (S) dalam jumlah sampai 5%, sedangkan yang dimaksud dengan gas alam adalah semua jenis hidrokarbon yang berupa gas dan dihasilkan dari sumur dan tambang.

PEMBAGIAN FRAKSI MINYAK BUMI

Fraksi pertama yang dihasilkan adalah gas, merupakan fraksi yang paling ringan. Gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar kilang dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai tambah.
Fraksi kedua disebut nafta, yang dapat dijadikan premium (bensin) atau produk petrokimia lainnya.
Fraksi ketiga yang sering disebut sebagai fraksi tengah dapat digunakan sebagai bahan dasar kerosin untuk keperluan rumah tangga. Selain itu, fraksi tengah dapat dibuat Avtur (Aviation Turbo Fuel) yang digunakan sebagai bahan bakar pesawat jet.
Fraksi keempat sering disebut sebagai solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.
Fraksi kelima adalah residu yang dapat dijual langsung atau dapat diolah lebih lanjut pada tahap kedua untuk menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai tambah.
  Fraksi kelima terdiri atas molekul-molekul hidrokarbon besar yang harus dipecah menjadi molekul-molekul kecil dalam unit yang dinamakan cracking unit.
 

27 August 2013

SEMEN



Tentang Semen
Semen adalah hasil industri yang menggunakan bahan baku utama batu kapur atau gamping. Batu kapur ini dicampur lempung (tanah liat) yang menghasilkan produk padat berbentuk bubuk. Batu kapur atau gamping adalah bahan alam yang mengandung senyawa Calcium Oksida (CaO), sedangkan lempung mengandung senyawa Silika Oksida (SiO2), Alumunium Oksida (Al2O3), Besi Oksida (Fe2O3), dan Magnesium Oksida (MgO). Untuk menghasilkan semen, bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh dan ditambah dengan gips (gypsum) dalam jumlah tertentu.
Sejarah Semen
·         Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana.
·         Abad ke-18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton - insinyur asal Inggris - menemukan kembali ramuan kuno ini. Dia membuat dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris.
·         Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris.  
·         Adonan Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan dua bahan utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang mengandung silika (sejenis pasir), aluminium oksida serta oksida besi. Agar tak mengeras diberi bubuk gips.

26 June 2013

MATERIAL YANG DIKELUARKAN GUNUNG BERAPI



1.      Material Padat (Efflata)
            Material padat (efflata) terdiri atas:
a.       Bom (batu-batu besar).
b.      Terak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom).
c.       Lapili, berupa kerikil.
d.      Pasir
e.       Debu
f.        Batu apung
            Menurut asalnya, efflata dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Efflata allogen, berasal dari batu-batu di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.
b.      Efflata autogen (Pyroclastica), berasal dari magma itu sendiri.

  2.      Material Cair
            Bahan cair dari dapur magma akan mengalir keluar dari gunung api jika magma cair dari    dalam Bumi meleleh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak            terdapat sumbatan di puncaknya. Material cair yang keluar ini terdiri atas:
a.       Lava, yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.
b.      Lahar panas, yaitu campuran magma dan air, sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.
c.       Lahar dingin, terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah. Contohnya, akibat letusan Gunung Merapi tahun 2006 yang lalu telah menghasilkan sekitar 6 juta meter kubik timbunan material yang akan membentuk aliran lahar dingin saat turun hujan.

3.      Material Gas atau Ekshalasi
            Material gas atau ekshalasi terdiri atas:
a.       Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S).
b.      Fumarol, berbentuk uap air (H2O).
c.       Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun. Selain itu, sifatnya yang lebih berat dari oksigen menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup. Contohnya, gas CO2 yang keluar dari Gunung Dieng pada tahun 1979 telah membunuh 149 penduduk.

PRABU DASARATA



Prabu Dasarata dari Ayodhya
Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya, lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama Lakshmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir bersenjata.
Pada suatu hari, Rsi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Rsi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi Sang Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Rsi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para rakshasa yang mengganggu upacara para Rsi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sita, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sita, Rama dan Lakshmana kembali pulang ke Ayodhya.
Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan kerajaan selama 14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.